Ini Dia 3 Jenis Campak Anak Berdasarkan Jenis Virusnya

Juni 14, 2019

Perlu anda ketahui bahwa campak atau measles adalah infeksi yang disebabkan oleh virus paramyxovirus yang sangat menular. Dimana virus ini disebarkan melalui udara dan menginfeksi saluran pernapasan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Adapun ciri khas dari campak pada anak ini adalah timbulnya ruam di kulit penderitanya. Selain itu, campak ini bisa menyerang segala usia, termasuk bayi. Ruam campak biasanya muncul di sekitar kepala, belakang telinga, dan leher. Yang akhirnya, ruam merah ini akan menyebar ke seluruh tubuh. Virus campak ini juga bisa menyerang sistem saraf dan paru-paru. Berikut 3 campak berdasarkan jenis virusnya diantaranya yaitu :

1. Campak Bayi atau Roseola Infantum

Perlu diketahui bahwa campak Bayi atau Roseola Infantum ini merupakan penyakit bayi melalui virus yang menular melalui udara. Karena memiliki tanda-tanda yang hampir sama, penyakit ini sering disalahartikan sebagai campak (rubeola) atau campak Jerman (rubella). Dan penyakit Roseola Infantum ini biasanya bisa menular pada bayi antara 6-12 bulan. Sedangkan campak dan campak Jerman lebih mungkin terjadi pada balita yang lebih besar. Oleh karena itu, bunda tidak usah khawatir, Roseola Infantum ini tidaklah berbahaya selama ditangani dengan benar.

2. Campak Rubeola

Virus Rubeola ini bisa ditularkan melalui sentuhan langsung dengan cairan dari tubuh orang yang terinfeksi atau melalui udara. Jadi, ada kemungkinan anak bisa tertular saat berada di ruangan yang sama walaupun si penderitanya sudah tidak ada disana. Adapun gejala penyakit ini adalah seperti batuk dan pilek, lalu suhu tubuh anak akan naik hingga 40 derajat. Gejala-gejala ini akan muncul sekitar 10-12 hari setelah terinfeksi virus. Selain itu, mata anak juga akan sesnsitif terhadap cahaya terang, akan muncul ruam merah setelah 15 hari kemudian, dimulai dari belakang telinga, leher, hingga menyebar ke seluruh tubuh, serta getah bening membengkak. Biasanya penyakit ini menyerang anak yang sudah lebih dewasa, maupun orang dewasa.

3. Campak Jerman (Rubella)

Sama halnya dengan Rubeola, penyakit ini juga bisa ditularkan melalui udara yang sudah terkontaminasi oleh batuk maupun bersin dari si penderita. Namun, gejala Rubella ini relatif lebih ringan, sehingga sangat susah untuk dikenali. Biasanya virus Rubella ini baru akan berkembang 2-3 minggu setelah terinfeksi. Adapun gejala-gejala yang harus diperhatikan adalah demam, nyeri otot, muncul ruam merah dari wajah lalu menyebar ke tubuh, dan kelenjar getah bening membengkak. Biasanya penyakit ini menyerang anak yang sudah lebih dewasa, maupun orang dewasa.

Gejala Campak Pada Bayi

Perlu bunda ketahui bahwa gejala Roseola Infantum atau campak anak ini biasanya muncul setelah 1-2 minggu setelah virus masuk pada tubuh. Berikut ini gejala khas serangan virus campak :

  • Biasanya bayi demam di suhu 39-39,5 derajat celsius, dan aka berlangsung selama 3-5 hari.
  • Bayi akan mengalai pilek serta kehilangan nafsu makan.
  • Setelah 5 hari demam barulah mulai mereda, bersamaan dengan munculnya ruam merah muda di area perut, dada, punggung, lengan, leher, dan wajah. Biasanya ruam merah ini akan mereda selama 2-3 hari. Dan jika lebih dari 3 hari ruam tidak hilang atau demam tinggi tidak turun jua, maka sebaiknya bunda membawa si kecil ke dokter.

Dengan mengetahui gejala campak yang terjadi pada anak maka ibu dapat menentukan langkah yang tepat untuk mengobatinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bagikan MUHRID di FacebookBagikan MUHRID di Google+